Latar belakang: Untuk mempelajari pemilihan katalis yang ideal.
Ringkasan Pembahasan:
- Katalis merupakan zat yang ditambahkan dalam sistem reaksi untuk mempercepat reaksi.
- Katalis dapat menyediakan situs aktif yang berfungsi untuk mempertemukan reaktan dan menyumbangkan energi dalam bentuk panas sehingga molekul pereaktan mampu melewati energi aktivasi secara lebih mudah.
- Suatu katalis hanya dapat mempercepat reaksi tertentu, tidak semua reaksi kimia.
- Kemampuan suatu katalis dalam suatu proses biasanya diukur dari aktivitas dan selektivitasnya.
- Aktivitas biasanya dinyatakan dalam persentase konversi atau jumlah produk yang dihasilkan dari jumlah reaktan yang digunakan dalam waktu reaksi tertentu.
- Sedangkan selektivitas adalah ukuran katalis yang mempercepat reaksi pada pembentukan suatu produk tertentu.
- Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pemilihan katalis antara lain:
- Stabilitas katalis dalam operasi yang dipengaruhi oleh peracunan katalis pengotor dalam umpan.
- deaktivasi katalis oleh suatu atau lebih produk.
- Hilangnya aktivitas akibat penguapan.
- Hilangnya aktivitas akibat transformasi kristalografi.
- Legalitas katalis (Hak Paten)
- Ketersediaan dan biaya katalis
- Katalis logam biasanya diembankan pada suatu padatan pengemban (support).
- Kriteria pemilihan pengemban antara lain: Stabilitas pengemban, sifat inert pengemban, biaya, legalitas.
- Dalam melangsungkan suatu reaksi katalistik tidak hanya jenis katalis saja yang perlu mendapat perhatian. Analisis terhadap reaksi katalitik sangat perlu untuk dilakukan. Analisis ini dapat meliputi:
- Umpan yang digunakan.
- Produk yang diinginkan.
- Mekanisme yang mungkin terjadi.
- Kompilasi data termodinamika yang berkaitan dengan perkiraan mekanisme reaksi.
- Evaluasi ekonomi
- Katalis dengan selektivitas tinggi sangat dibutuhkan untuk proses reaksi yang memiliki produk lebih dari satu atau proses yang memiliki reaksi samping.
- Agar dapat diperoleh produk yang diinginkan dengan jumlah maksimal dan produk samping yang minimal maka diperlukan katalis yang bersifat selektif.
- Pada katalis heterogen yang berupa logam yang dideposisikan pada suatu padatan pendukung, jenis padatan pendukung akan mempengaruhi sifat dan kinerja katalis.
- Hal-hal yang perlu diperhatikan antara lain:
- Stabilitas pengemban.
- Luas permukaan pengemban.
- Harga atau nilai ekonomis.
- Interaksi pengemban dengan logam logam yang dideposisikan.
- Pada pengemban tertentu perlu dilakukan perlakuan modifikasi agar diperoleh pengemban yang siap digunakan dalam proses katalisis.
- Toksisitas katalis adalah suatu hal yang perlu diperhatikan dalam pemilihan katalis. Meskipun suatu katalis memiliki aktivitas dan selektivitas yang tinggi dalam suatu proses namun bila bersifat toksik hendaknya penggunaannya dihindari agar tidak membahayakan.
- Salah satu contohnya adalah katalis yang biasa digunakan dalam hidrogenasi ester yaitu Cu-Cr. Hattori dkk (2000) mengembangkan katalis baru pengganti katalis konvensional Cu-Cr yang dapat melepaskan Cr heksavalen yang bersifat toksik. Katalis yang di dikembangkan adalah katalis yang bebas Cr yaitu katalis oksida Cu-Fe-Al.
- Jenis prekusor yang digunakan dalam proses sintesis katalis ternyata juga memberikan pengaruh terhadap sifat katalis dan berpengaruh terhadap reaksi yang dikatalisis.
Kesimpulan:
Saya tidak melihat adanya kekurangan dalam jurnal ini. Semua pembahasan dijelaskan dengan sangat baik. Tetapi saya melihat adanya peluang untuk penelitian lebih lanjut dikarenakan refrensi yang digunakan sudah sangat lama, yaitu tahun 2000 dan 2006. Akan lebih baik jika ini dikaji ulang karena saya yakin dalam kurun waktu 9 tahun, perkembangan teknologi kita sudah jauh berkembang.
Terima kasih.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar